Atasi Revenge Porn, Facebook Minta Kamu Unggah Foto Bugil

person adminfolder_openUncategorizedaccess_time November 15, 2017

Berita terbaru soal Revenge Porn tengah menjadi topik yang marak dibicarakan oleh publik. Sebab yang terkena fenomena ini bukan hanya selebritas, tetapi warga biasa pun tidak lupt dari kemungkinan. Revenge porn adalah suatu tindakan menyebarluaskan video atau foto seksual tanpa seizin orang yang berada di dalamnya. Tindakan ini termasuk sebagai pelecehan seksual. Di era media sosial seperti sekarang ini, akses pelecehan seksual justru semakin mudah untuk dilakukan.

La Trobe University dan RMIT University telah melakukan survei terhadap kasus Revenge Porn. Hasilnya, 1 dari 10 orang dewasa pernah menjadi korban penyebaran foto bugil yang dilakukan oleh orang lain tanpa seizin mereka. Bahkan beberapa orang mengaku bahwa ancaman penyebaran foto bugil mereka ke internet dilakukan oleh orang yang pernah dekat dengan mereka. Masih hangat diingatan kita kasus tentang Hanna Anisa. Hanna Anisa merupakan salah satu contoh Revenge Porn yang sedang diusut kasusnya.

Untuk mengatasi Revenge Porn, Facebook melakukan kerjasama dengan e-Safety, salah satu agensi pemerintah Australia. Langkah preventif yang diambil oleh E-Safety dan Facebook rupa-rupanya cukup mengundang perhatian; mereka meminta pengguna Facebook, Instagram, atau Messenger untuk mengirimkan foto bogil diri mereka. Hal ini diperlukan sebab Facebook akan menggunakan teknologi tertentu untuk membuat sidik jari secara digital, atau tautan khusus yang bersangkutan dengan identitas pengguna.

Sidik jari dan tautan inilah yang akan digunakan sebagai dasar melindungi penggunanya. Mereka meyakinkan pengguna bahwa foto yang diunggah tidak akan pernah muncul di Facebook. Sekalipun peretas mencoba untuk membobol keamanan Facebook, mereka tidak akan menemukan foto pengguna. Australia sendiri termasuk dalam salah satu negara yang akan berpartisipasi dalam uji coba kecerdasan buatan ini.

Namun, karena program ini masih masuk dalam tahap uji coba, kekhawatiran akan kebocoran data dari sistem yang dimiliki oleh Facebook tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Meskipun petinggi keamanan global Facebook sudah menyatakan program ini merupakan prioritas utama, pengguna tidak lantas mempercayai langkah-langkah tersebut. The Verge bahkan menulis bahwa reputasi pengelolaan privasi Facebook yang buruk membuat pengguna enggan mengikuti langkah tersebut. Apalagi menurutnya, peretas telah menggunakan Adversarial Images. Adversarial Images sendiri adalah sebuah manipulasi digital yang digunakan untuk menipu algoritma kecerdasan buatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>