Mirisnya Kehidupan Atlit Sepak Bola Perempuan

person adminfolder_openOlahragaaccess_time January 16, 2018

Pemain sepakbola wanita memang jumlahnya tidak sebanyak pria, namun Kenyataannya ada dan bahkan sampai mampu membawa nama klub sepakbola. Walaupun seolah terlihat perkasa, namun sebwnarnya mereka pemain sepakbola wanita harus melewati proses panjang untul bisa menjadi pemain sepakbola wanita. Bahkan tidak jarang seleksinya pun dapat menggoncang mental wanita yang umumnya menggunakan perasaan.

Nah dalam berita sepakbola juga pernah diungkapkan bahwa faktanya pesepakbola wanita sangat rendah nilainya. Berikut beberapa hal kenyataan dilapangan tentang pemain sepakbola wanita, antara lain :

– Sempat Dilarang oleh Federasi Sepakbola Inggris (FA)

Pertandingan sepakbola wanita yang pernah diadakan tahun 1921 menyebabkan stadion lapangan sepakbola di Everton membludak pemainnya. Ternyata dari FA melihat negatif hal tersebut dan memutuskan untuk meniadakan pertandingan yang sama di moment berikutnya. Ternyata hal tersebut dilakukan khawatir bila sepakbola pria kalab populer.

– Tes Kehamilan

Berbeda halnya dengan pria yang hanya dilakukan tes doping, untuk wanita harus melakukan tes kehamilan bahkan diperiksa hingga telanjang. Menurut salah satu berita lifestyle, hal tersebut dilakukan sebagai bukti bahwa mereka seorang wanita.

– Bermain Dilapangan Kasar

Ternyata pemain sepakbola wanita harus berlatih dan bermain dilapangan yang menggunakan rumput sintetis. Bahan plastik dari rumput tersebut membuatkulit wanita yang sensitif mudah tergores dan tentunya akan banyak luka gores yang akan didapat.

– Gaji minim

Berbeda dengan pemain sepakbola pria yang dibayar gaji besar, untuk pemain sepakbola wanita malah sebaliknya dibayar dengan gaji minim. Sebagai perbandingan bila pemain pria dibayar 450 juta per musim maka pemain wanita dibayar 70 juta per musim dengan fisik tcape yang didapatkan sama.

Nah walaupun pemain sepakbola wanita dapaf tampak perkasa seperti pria, dan banyak diberita sepakbola menayangkan pertandingannya, namun dari uraian fakta tersebut popularitas pemain sepakbola wanita tidak ada. Seharusnya jika memang seleksinya saja sama bahkan pelaihannya pun juga sama. Maka layanan yang didapat pemain sepakbola wanita tersebut haruslah sama dengan para pemain sepakbola pria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>